Kamu yang selalu memikirkannya secara mendalam: mungkin pertemuan bagimu adalah masalah angka-angka. Angka untuk menunjukkan tanggal, bulan, tahun dan bahkan waktu.
Menunggu itu membosankan, tapi kamu, kamu yang selalu menantikan pertemuan itu jauh-jauh hari: mungkin pertemuan itu seperti terjadi seumur hidup sekali.
Selalu saja alasanmu adalah kerinduan: kamu benar, bahwa dengan pertemuan, kerinduan itu akan terobati.
Tapi, bukankah semakin lama kamu tak bertemu, semakin rindumu memuncak. Dan tetap saja, kamu tak akan mati karena suatu hal yang bernama: rindu.
Setelah sekian lama berjalan bersama, aku berharap bukan sesal yang kamu dapat. Tetapi sebuah kebanggaan karena menjalaninya berdua denganku.
—I’d Rather Be With You, Joshua Radin
Sitting here, on this lonely dock
Watch the rain play on the ocean top
All the things I feel I need to say
I can’t explain in any other way
I need to be bold
Need to jump in the cold water
Need to grow older with a girl like you
Finally see you are naturally
The one to make it so easy
When you show me the truth
Yeah, I’d rather be with you
Say you want the same thing too
Now here’s the sun, come to dry the rain
Warm my shoulders and relieve my pain
You’re the one thing that I’m missing here
With you beside me I no longer fear
I need to be bold
Need to jump in the cold water
Need to grow older with a girl like you
Finally see you are naturally
The one to make it so easy
When you show me the truth
Yeah, I’d rather be with you
Say you want the same thing too
I could have saved so much time for us
Had I seen the way to get to where I am today
You waited on me for so long
Seorang wanita duduk sendirian di halte seberang Time Square, Kuala Lumpur. Tapi ia menangis sambil menelpon seseorang. Ia juga sedikit mabuk. Aku memperhatikannya dari dalam mobil yang terparkir di depan halte itu. Sampai ia berlalu dan menghilang. Entah ke mana.
Rasanya aku ingin memecahkan bulan berkeping-keping. Kemudian memanggilmu, dan kita menyusunnya bersama seperti semula.
Malam ini, di bawah pesta kembang api, kau seacuh lalu-lalang manusia itu, kekasihku.
Semoga esok ramahmu menyambut, seiring pesta kembang api yang telah usai, dan tahun yang telah berganti.
Di filmnya, lagu ini teruntuk seorang pelacur dari seorang pria yang menganggap ia adalah wanita paling istimewa dari semua wanita di dunia-bahkan walau ia hanya seorang pelacur.