Titik jenuh. Saya merasakannya sekarang. Titik jenuh pada kesendirian. Titik jenuh karena menjauh dari teman-teman.
Dulu saya butuh menjaga jarak kepada mereka. Semacam ingin menepi. Menghilangkan diri dari pergaulan. Bergulat dengan rutinitas dan kesibukan, karena patah hati.
Tapi kini, saya mulai kesepian. Tiba-tiba saya butuh mereka. Tapi mereka malah terlanjur sibuk dengan rutinitasnya. Mungkin saatnya ini saatnya saya bergerak. Mencari seseorang yang benar-benar bisa menjadi tempat untuk menempatkan segala uneg-uneg kehidupan.
Tapi saya terlalu muluk-muluk. Yang sederhana saja belum terlaksana. Seperti kembali menyambangi bioskop untuk menonton film terkini sambil ngemil popcorn caramel. Atau sekedar ngelamun di kedai kopi selama berjam-jam sambil melihat orang-orang belalu-lalang.
Saya mulai bosan dengan rutinitas ini.

Hari ini aku dipaksa mengingat kenangan tentang Tol Cipularang. Saat-saat dimana ada perjumpaan yang selalu kutunggu jika aku melewatinya dari arah Jakarta. Atau saat-saat dimana ada perpisahan yang selalu aku maki dalam hati jika aku melintasinya dari arah Bandung. Dulu.
*Hari ini, Tol Cipularang dibahas beberapa kali di media televisi karena adanya sebuah kecelakaan maut lagi di sana. Kecelakaan ini menyusul kecelakaan yang menyebabkan meninggalnya istri pedangdut itu.