Akhir-akhir ini, kata itu seperti udara. Aku melihatnya di shortclip Sequence. Aku membaca kata itu di status Blackberry Messenger seorang teman. Di kicauan salah satu account twitter yang ku follow. Aku menemuinya di mana-mana. Ini seperti aku sedang menghirupnya. Mengenangnya. Mengenang sebuah pertemuan yang terakhir kali sekaligus sebuah perpisahan dengannya beberapa bulan yang lalu di Bandung.
Kenangan sebuah pertemuan yang terakhir kali dengannya. Makan KFC terakhir kali bersamanya. Naik angkot untuk terakhir kalinya berdua dari BTC sampai ke depan Universitas Maranatha. Dan tentu saja tepukan tangannya di pundakku untuk melepas perpisahan kami saat itu.
Aku meninggalkannya dengan sepeda motorku. Aku nggak menoleh ke belakang saat itu. Aku terus melaju dengan sepeda motorku. Berharap seseorang atau takdir menahan lajuku. Tapi tak ada yang menahan lajuku. Dan sejak saat itu, kami tak pernah bertemu kembali.